Malam ini

Di depan jendela
Laut yang bermanik-manik
Membawa aroma mu
Yang berkelakar pada ombak di siang hari
Tentang rencana malam
Menebar semua lilin di pekarangan

Lilinpun dinyalakan karena keinginanmu
Tak ada yang harus dirisaukan tentang malam.
Hanya kegelapan yang jauh memukau.
Selimut hitam yang mengabadikan gairah.
Sebanyak kemungkinan tiada batas.
Yang memiliki kuasa sangat hebat.
Semua yang terlena terlalu lelah

Membiarkan malam kosong seperti derita
Karena derita hanya element kosong
Yang tak bisa kumpulkan
Tapi memiliki masa depan sendiri

Kemana malam membawaku ?
Si pipi selembut beludru minta dilengkapi
Dengan segores cium
Kemana puisi membawaku ?
Tak ada yang tersisa untuk memastikan bahasa

Karena setelah ini semua lilin akan dipadamkan
Hidup berlanjut…atas kehendakNya

Tags:

Comments are closed.