Silahkan klik untuk memperbesar gambar : Tempat ini terletak di Banyuwangi :read:
![]()
Ini oleh-oleh dari hutan buat semua teman. Saat tiba disana dua hari yang lalu hujan lebat. Musim hujan mengakibatkan pemandangan sekitartidak begitu bagus juga binatang liar tidak banyak terlihat karena tingginya tumbuhan rumput liar, tetapi hikmahnya buat binatang, hm…banyak makanan tentunya terutama untuk Rusa-Rusa di hutan ini. Lihat perbedaan gambar saat musim kemarau dan musim basah.
Lalu kami memilih tinggal di pondok tepi pantai, disana disambut dengan keramahan pak Dikar dan pak Tedy Polhut yang sedang bertugas pada saat itu. Untuk masuk kesini dikenalakan tiket masuk perorangnya Rp.2500 untuk orang Indonesia dan Rp.20.000 untuk orang asing. Sedangkan untuk menginap di pondok dikenakan biaya perorangnya Rp.75.000 permalam.
![]()
Binatang yang paling banyak dijumpai ya Monyet, lucunya tingkah mereka, terkadang mereka juga agresif mengambil barang-barang bawaan kita kalau kita lengah bahkan si Monyet mencuri Milo dalam cangkir yang belum sempat kuminum. disini tidak ada warung tentunya jadi kita kalau mau kesini bersiap-siap bawa makanan dari rumah, juga perabotan masak. Sepertinya suamiku suka makanan di hutan, atau mau ikut bantuin pak Dikar sesuai dengan judul bajumu ? :lidah: Keesokan harinya kita berjalan-jalan sekitar hutan, yah seperti itu tadi rumput liar terlalu tinggi menghalangi pemandangan, bahkan burung Merak dan Ayam hutan tak banyak dijumpai.
Hal yang paling mengesankan bagiku saat berbincang-bincang dengan pak Dikar dan teman-temanya, tugas pak Dikar sepintas terlihat santai tetapi berat juga menjaga keamanan hutan dari tangan-tangan usil yang katanya tentu saja ada penjahat yang mencuri kayu atau telur Merak dan lain-lain makanya mereka selalu berpatroli menyusuri pantai dengan perahu kalau di darat yah pake motor trail. Lalu pak dikar mengisahkan kalau dia sudah 5 hari tidak pulang ke rumah karena temanya gak ada yang aplus sementara hujan mengakibatkan hilangnya signal radio untuk sekedar memesan rokok ![]()
Ternyata masih ada pula tangan-tangan usil yang suka mencorat-coret hutan dengan spidol atau menurih pohon dengan pisau. Bahkan pak dikar bilang sering sekali membersihkan sampah di sekitar hutan seperti plastik atau kaleng botol perbuatan orang-orang usil.

Sebelum pulang kusempatkan mengambil photo saat matahari terbit di pinggir pantai, salah satu perahu Patroli mejeng disini

lokasinya dmn ya??
March 29th, 2008 at 8:59 pm
idem ma yg diataskuu..
lokasinya dimana dear?
March 30th, 2008 at 1:38 am
Bagusnyaaa….
Tapi itu dimana sih??
March 30th, 2008 at 8:51 am
akhirnya laporan juga,
wah kayaknya adem tuh tempat, kesana ah…
March 30th, 2008 at 9:41 am
:isin: Maaf overlimited speedynya gak bisa kemana-mana dulu :banghead:
March 30th, 2008 at 9:56 pm
Indahnya negeri kita ini ya Mbak.
Bahkan hanya dengan menjual panorama dan suasa hutan saja negeri ini mesti sudah bisa hidup enak. Kenapa harus memaksakan diri menjadi negara industri yang akhirnya merusak alam. Cukuplah pariwisata kita untuk menghidupi anak cucu kita. bukan begitu?
March 31st, 2008 at 11:21 am
wow.. indahnya
saya aja yg di banyuwangi dulu 10tahun, tapi belum pernah nyampe (memang bukan adventurer siih) :isin:
temen2 semua, itu sih di Banyuwangi, tepatnya di.. Taman Bl..(eh sorry, bia yg empunya cerita aja yg jelasin)
March 31st, 2008 at 2:10 pm
:em70: kerennyyyyaaaa potonyaaa… teh… usulin sama Pak Dikar buat kasih akses hot spot di sana…
aku pasti ke sana kalo ada hot spotnya … :-)) :mimpi:
March 31st, 2008 at 4:25 pm
kayaknya menyenangkan tuh perjalanannya. dian dibawain kera, ndak?
March 31st, 2008 at 8:04 pm
Untuk melihat binatang jangan searah dgn angin. Binatang itu punya indera penciuman yg tajam. Kecuali binatangnya berlimpah ruah.
March 31st, 2008 at 8:10 pm
Bagaimana polisi hutan itu mengadapi pencuri-pencuri hutan? Mereka kebanyakan patroli hanya berdua untuk wilayah yg luas (>100Ha) sedangkan prasarana patrolinya tdk memadai : senapan angin tanpa tele (oh…bukan ding….tapi senapan itu sudah tua), motor trail buakan jeep dengan lampu sorotnya, perahu cadik bukan speed boat.
Sedangkan penjahatnya pakai peralatan modern dan lebih dari 10 orang/group.
Ini aku tidak omong kosong, karena diriku pernah hampir tertembak di Way Kanan.
Photo-photo ini di Blauran ya?
March 31st, 2008 at 8:17 pm
Iyah ini di Baluran, yah speed boat nya kulihat disana ada juga 2 waktu patroli biasanya 6 orang, tapi aku
gak lihat jeep tuh. Senapanya juga gak lihat yah nanya doank gimana cara menghalau penjahat pak ?
kebetulan belum pernah ada yang penjahat modern. Biasanya katanya sih masih bisa ditangani.
March 31st, 2008 at 8:32 pm
Wah.. mesti ada yang salah, nieh! ‘tehrouter’ ada di ujung timur pulau jawa alias Mbanyuwangi lo… Tentang santetnya g ke potret,ya?
( g da, kok! )
March 31st, 2008 at 8:55 pm
wooww.. sunset yg indah..
romantis bgt.. kapan2 tak kesana..
klo dah punya istri!!!
April 1st, 2008 at 7:11 am
Wah mantap tenan tante…kapan2 ajak arai dunk berpetualang
liat2 alam Indonesia yg bsok2 mungkin sudah ga indah lagi
April 1st, 2008 at 11:20 am
KEREN kayanya tuh tempat! Pengen juga berkunjug ke sana. Ada yang mau ngajak? :))
April 1st, 2008 at 12:05 pm
WoW.. Adventure!
Keren fotonya..
suatu saat nanti aku pasti ke sana..
tuh gunungnya kamu daki nggak? sayang kalau tidak…
tuh kayaknya di alas purwo yah?
kemaren aku lihat tayangannya di acara petualangan tv…
cuma di tv..
:halo:
April 1st, 2008 at 1:29 pm
bisa buat kopdar gak???
April 1st, 2008 at 3:40 pm
ah kabita kuring!
rame nyak, heuheu ayeunamah hayu ngagosip, beu meni sepi tanpa dirimuh planet 3 teh haha >:)
April 1st, 2008 at 4:25 pm
:read: waaawaaawaaa… sepertinya menyenangkan skali perjalanan ituw…
August 25th, 2008 at 2:26 pm